Otomotif . 14/01/2026, 16:36 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Veloz CVT: 11.203 unit
Veloz Manual: 2.538 unit
Artinya, sejak 2024 pun, varian CVT sudah menjadi pilihan utama konsumen. Tren tersebut kini semakin menguat pada 2025, meski kondisi pasar otomotif nasional tengah mengalami tekanan.
Secara keseluruhan, data GAIKINDO mencatat wholesales nasional Januari–November 2025 berada di angka 710.084 unit, atau turun 9,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan Toyota secara total juga mengalami koreksi sebesar 14,6 persen, dari 262.315 unit pada Januari–November 2024 menjadi 224.018 unit pada periode yang sama di 2025.
Meski demikian, Toyota tetap kokoh sebagai penguasa pasar otomotif Indonesia, dengan market share 31,5 persen sepanjang Januari–November 2025. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik produk Toyota, termasuk Veloz, di tengah pasar yang menantang.
Menariknya, Toyota tak hanya mengandalkan varian bensin. Pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Toyota resmi memperkenalkan Toyota Veloz Hybrid sebagai opsi baru bagi konsumen MPV.
Veloz Hybrid mengusung teknologi serupa dengan Toyota Yaris Cross Hybrid, mengombinasikan:
Mesin bensin 1.500 cc 2NR-VEX
Motor listrik dalam sistem seri-paralel
Baterai berkapasitas sekitar 0,7 kWh
Sistem ini memungkinkan pembagian tenaga yang fleksibel antara mesin dan motor listrik, menghasilkan efisiensi bahan bakar lebih baik serta karakter berkendara yang lebih senyap, terutama di kecepatan rendah.
Untuk tahap awal, Toyota Veloz Hybrid ditawarkan dengan skema pre-order, dengan banderol mulai Rp 299 juta on the road (OTR) Jakarta. Harga tersebut tergolong kompetitif, mengingat teknologi hybrid yang diusung serta kenyamanan khas MPV tujuh penumpang.
Kehadiran Veloz Hybrid diyakini bakal memperkuat posisi Veloz di segmen MPV, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang mulai peduli pada efisiensi dan emisi rendah. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media