Religi . 30/01/2026, 14:41 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Meski pemerintah baru akan menggelar sidang pada 17 Februari, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa. Berdasarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.
Penetapan ini merujuk pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid menunjukkan bahwa ijtimak jelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.
Namun, perhitungan astronomi menunjukkan bahwa pada saat matahari terbenam di hari tersebut, kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi di belahan bumi mana pun. Parameter Kalender Global mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC. Karena syarat tersebut belum tercapai, Muhammadiyah membulatkan bulan Syakban menjadi 30 hari.
Kendati terdapat potensi perbedaan atau kesamaan waktu mulai berpuasa, Kemenag mengimbau umat Islam di Indonesia tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan menghargai proses yang berlaku di masing-masing organisasi maupun pemerintah.(*).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media