Religi . 14/02/2026, 12:08 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Niat menjadi fondasi utama yang membedakan ibadah dengan aktivitas biasa. Tanpa niat, salat tidak bernilai ibadah.
Dalam konteks Tarawih, niat memperkuat kesadaran bahwa setiap rakaat yang dikerjakan adalah bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Ramadan sendiri disebut dalam Al-Qur’an sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang terjemahannya menyatakan bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Salat Tarawih menjadi momen untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui bacaan yang dipanjatkan dalam setiap rakaat.
Niat salat Tarawih, baik sebagai imam maupun makmum, merupakan elemen mendasar yang menentukan sah atau tidaknya ibadah.
Ia tidak harus dilafalkan, tetapi wajib dihadirkan dalam hati sebelum memulai salat.
Perbedaan redaksi hanya terletak pada posisi dalam jamaah, sedangkan tujuan dan maknanya tetap sama, yakni beribadah kepada Allah SWT.
Dalam tradisi Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga era Khalifah Umar bin Khattab, salat Tarawih telah menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan spiritual umat.
Hingga kini, praktik tersebut terus dijaga dan dilestarikan di berbagai belahan dunia.
Dengan memahami niat secara benar, umat Islam dapat melaksanakan salat Tarawih dengan lebih mantap, sadar, dan penuh keikhlasan. Ibadah yang dimulai dengan niat yang tulus akan membawa ketenangan hati serta memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Referensi:
Sahih al-Bukhari
Sahih Muslim
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media