Kuliner . 22/02/2026, 15:53 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Beberapa takjil di Palembang ternyata memiliki sejarah panjang, mulai dari pengaruh Belanda hingga menjadi menu wajib dalam upacara pernikahan adat.
Roti Bluder merupakan saksi sejarah kolonial di Palembang. Berbeda dengan roti modern yang sangat ringan, Bluder memiliki tekstur lebih berserat namun tetap lembut di kerongkongan. Biasanya disajikan tanpa isian, hanya dengan taburan gula pasir, roti ini menjadi pilihan berbuka yang mengenyangkan namun tidak membuat perut terasa begah.
Mentu adalah takjil kategori berat yang sangat unik. Di balik bungkus daun pisangnya, terdapat adonan tepung yang membungkus isian mewah berupa parutan kelapa muda dan tumisan ikan atau daging berbumbu. Kudapan gurih ini merupakan menu wajib dalam hajatan adat Palembang dan menjadi incaran utama bagi pecinta kuliner tradisional.
Menutup daftar ini, ada Klicuk yang berasal dari wilayah Empat Lawang dan Pagaralam. Klicuk menggunakan beras ketan dan pisang sebagai bahan utama, menghasilkan rasa manis alami dan gurih sekaligus. Kehadirannya kini paling sering ditemukan saat perayaan tradisional tertentu atau menjelang puncaknya bulan Ramadan.
Melestarikan takjil khas Palembang bukan sekadar soal rasa, tapi juga menjaga identitas budaya bangsa. Jika Anda menemukan salah satu dari tujuh kudapan di atas, jangan ragu untuk membelinya. Dukungan Anda terhadap pedagang tradisional adalah cara paling nyata untuk memastikan resep leluhur ini tetap ada hingga generasi mendatang. - Fadli/Sumeksco -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media