Trend . 25/02/2026, 10:45 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Selai kacang mengandung polifenol dan resveratrol yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Penelitian Nutrition Research (2015) menunjukkan resveratrol dari kacang tanah mendukung kesehatan jantung dan metabolisme sel.
Vitamin E, niacin, dan lemak tak jenuh mendukung fungsi saraf dan memori.
Studi Neurology (2014) melaporkan konsumsi kacang dapat menurunkan risiko penurunan kognitif pada lansia.
Polifenol dan asam lemak tak jenuh dalam selai kacang dapat menurunkan marker peradangan.
American Journal of Clinical Nutrition (2012) menemukan konsumsi kacang secara rutin menurunkan kadar C-reactive protein (CRP).
Magnesium dan fosfor dalam selai kacang penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang.
Studi Journal of Bone and Mineral Research (2010) menunjukkan magnesium berperan dalam kekuatan tulang dan metabolisme kalsium.
Vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan penuaan dini.
Penelitian Dermato-Endocrinology (2012) menyatakan vitamin E membantu melindungi kulit dari kerusakan UV dan stres oksidatif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media