Trend . 11/03/2026, 10:27 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kenaikan berat badan setelah Ramadan tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan selama puasa, tetapi juga oleh pola makan setelahnya. Perayaan Idul Fitri sering diikuti dengan berbagai hidangan khas yang kaya santan dan lemak.
Makanan seperti opor ayam, rendang, dan gulai merupakan hidangan tradisional yang sangat populer saat Lebaran. Meski lezat, hidangan tersebut mengandung kalori yang cukup tinggi karena menggunakan santan dan minyak dalam proses memasaknya.
Selain itu, periode Lebaran biasanya juga diiringi dengan aktivitas sosial seperti silaturahmi dan liburan. Dalam situasi ini, orang cenderung makan lebih sering dan dalam porsi lebih besar dibandingkan hari biasa.
Beberapa penelitian tentang pola makan selama Ramadan menunjukkan bahwa berat badan yang sempat turun selama puasa sering kali kembali naik setelah Ramadan selesai karena perubahan pola makan yang terjadi selama perayaan.
Faktor lain yang turut berperan adalah perubahan tingkat aktivitas fisik. Selama Ramadan, banyak orang mengurangi aktivitas fisik karena merasa lebih lelah saat berpuasa.
Penurunan aktivitas ini dapat menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori setiap hari. Jika asupan kalori tetap tinggi atau bahkan meningkat, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.
Kombinasi antara konsumsi makanan berkalori tinggi dan aktivitas fisik yang menurun menjadi salah satu alasan utama mengapa berat badan dapat meningkat setelah Ramadan.
Para ahli gizi menekankan bahwa puasa sebenarnya tidak secara otomatis menyebabkan penurunan atau kenaikan berat badan. Dampaknya sangat bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi dan keseimbangan antara kalori yang masuk dengan kalori yang dibakar tubuh.
Mengonsumsi makanan seimbang yang kaya serat, protein, dan nutrisi penting dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil selama Ramadan. Sebaliknya, konsumsi berlebihan makanan tinggi gula, lemak, dan tepung dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
Sebagaimana dinyatakan dalam berbagai panduan kesehatan, pola makan yang sehat tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan energi tubuh, baik selama Ramadan maupun setelahnya.
Kenaikan berat badan setelah puasa Ramadan merupakan fenomena yang cukup umum terjadi. Penyebab utamanya berkaitan dengan perubahan pola makan selama bulan puasa, terutama konsumsi makanan tinggi kalori, gula, dan lemak saat berbuka dan sahur.
Selain itu, hidangan khas Lebaran yang kaya santan serta penurunan aktivitas fisik juga turut berkontribusi terhadap peningkatan berat badan. Oleh karena itu, puasa tidak secara otomatis menjamin penurunan berat badan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media