Trend . 11/03/2026, 10:31 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Fenomena ini bukan merupakan tanda bahaya selama tidak disertai gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil atau demam.
Dalam beberapa kasus yang lebih jarang, urine yang berwarna sangat gelap dapat berkaitan dengan gangguan pada hati atau sistem empedu. Kondisi ini terjadi karena peningkatan kadar bilirubin dalam tubuh.
Bilirubin adalah pigmen yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah. Jika hati tidak dapat memproses bilirubin dengan baik, zat ini dapat masuk ke dalam urine dan menyebabkan warnanya menjadi cokelat tua.
Perubahan warna urine akibat gangguan hati biasanya disertai gejala lain seperti:
Kulit atau mata menguning
Nyeri perut bagian kanan atas
Kelelahan berlebihan
Mual atau kehilangan nafsu makan
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan perubahan warna urine. Selain tampak lebih gelap, urine pada kondisi ini sering kali memiliki bau yang lebih tajam atau tampak keruh.
Gejala lain yang sering muncul antara lain:
Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil
Keinginan buang air kecil yang lebih sering
Nyeri di area panggul atau punggung bawah
Jika perubahan warna urine disertai gejala tersebut, pemeriksaan medis biasanya dianjurkan untuk mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius.
Sebagian besar perubahan warna urine sebenarnya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan lebih serius.
Seseorang dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika urine gelap disertai:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media