Trend . 16/03/2026, 12:39 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Pada beberapa orang lanjut usia, kondisi ini dapat berkembang menjadi kifosis, yaitu kelengkungan tulang belakang bagian atas yang membuat punggung tampak membungkuk.
Ketika postur tubuh berubah, tinggi badan yang terukur pun ikut berkurang meskipun panjang tulang tidak berubah secara drastis.
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa perubahan tinggi badan mulai terjadi secara perlahan sejak usia sekitar 30 hingga 40 tahun. Namun pada tahap awal, penurunannya sangat kecil sehingga jarang disadari.
Setelah memasuki usia 60 tahun, proses ini biasanya menjadi lebih jelas. Rata-rata orang dapat kehilangan sekitar 1 hingga 3 sentimeter setiap dekade.
Perempuan cenderung mengalami penurunan tinggi badan lebih cepat dibanding laki-laki. Hal ini berkaitan dengan perubahan hormon setelah menopause yang berpengaruh pada kesehatan tulang.
Selain proses penuaan alami, beberapa faktor dapat mempercepat penyusutan tinggi badan.
Di antaranya:
Kekurangan kalsium dan vitamin D
Kurang aktivitas fisik
Postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang
Merokok
Berat badan berlebih
Cedera pada tulang belakang
Penyakit tulang seperti osteoporosis
Faktor-faktor tersebut dapat mempercepat perubahan pada struktur tulang dan cakram tulang belakang.
Walaupun tidak dapat dihentikan sepenuhnya, penurunan tinggi badan dapat diperlambat dengan menjaga kesehatan tulang dan otot sejak dini.
Beberapa kebiasaan yang sering direkomendasikan oleh ahli kesehatan antara lain:
Mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti susu, ikan, dan sayuran hijau
Memastikan asupan vitamin D yang cukup
Berolahraga secara rutin, terutama latihan kekuatan dan peregangan
Menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri
Menghindari merokok
Menjaga berat badan tetap seimbang
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media