Trend . 27/04/2026, 14:01 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Faktor lain yang sering diabaikan adalah jumlah pengasuh dibandingkan anak yang diasuh.
Idealnya, satu pengasuh tidak menangani terlalu banyak anak. Untuk bayi, maksimal tiga hingga empat anak. Sementara untuk balita, sekitar lima hingga enam anak.
Jika jumlahnya melebihi batas tersebut, perhatian yang diberikan pasti terbagi. Akibatnya, kebutuhan emosional dan fisik anak tidak terpenuhi secara optimal.
Jangan hanya mengandalkan foto atau promosi. Orang tua sebaiknya datang langsung ke lokasi daycare.
Perhatikan kebersihan ruangan, sirkulasi udara, serta kapasitas tempat. Lingkungan yang sehat sangat berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan anak.
Selain itu, kunjungan langsung memberi gambaran nyata tentang suasana daycare. Orang tua bisa menilai apakah tempat tersebut benar-benar layak atau tidak.
Setelah anak mulai dititipkan, tugas orang tua belum selesai. Justru, pengawasan harus tetap berjalan.
"Sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan perilaku anak setelah dijemput. Orang tua harus perduli dan memperhatikan perubahan perilaku anak, seperti apakah terlihat cemas, ketakutan, atau menolak pergi ke daycare," katanya.
Jika anak mulai menolak pergi ke daycare atau menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman, jangan abaikan. Ini bisa menjadi sinyal adanya masalah dalam pengasuhan.
Kasus yang terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta menjadi pengingat serius. Tempat penitipan anak ilegal tersebut diduga melakukan tindakan tidak manusiawi, mulai dari kekerasan hingga penelantaran.
Peristiwa ini bukan hanya soal kelalaian individu. Ini mencerminkan kegagalan sistem dalam melindungi anak-anak.
Psikolog Devi menilai kejadian tersebut sebagai pengkhianatan besar terhadap kepercayaan orang tua. Ia juga menekankan perlunya pembenahan sistem perizinan dan pengawasan daycare secara menyeluruh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media