Trend . 21/09/2026, 19:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Prinsipnya bukan memasukkan sebanyak mungkin fungsi ke dalam satu ruangan, melainkan menggunakan ruang secara efisien tanpa mengurangi kenyamanan.
Rumah minimalis mudah terlihat berantakan apabila tidak memiliki sistem penyimpanan yang baik.
Mainan anak, perlengkapan sekolah, pakaian, peralatan dapur, dokumen, dan berbagai barang sehari-hari membutuhkan tempat penyimpanan yang mudah dijangkau.
Kabinet vertikal dapat dimanfaatkan untuk menggunakan ruang hingga mendekati plafon. Area bawah tempat tidur, bawah tangga, atau bangku juga dapat dijadikan penyimpanan tambahan.
Namun, menyediakan banyak lemari bukan berarti semua barang harus dipertahankan. Evaluasi barang secara berkala tetap diperlukan agar penyimpanan tidak berubah menjadi tempat menumpuk benda yang sebenarnya sudah tidak digunakan.
Warna netral seperti putih, krem, abu-abu muda, atau warna kayu sering digunakan dalam rumah minimalis karena mudah dipadukan dan menciptakan tampilan yang bersih.
Meski demikian, rumah minimalis tidak harus kehilangan warna.
Warna yang lebih kuat dapat diberikan melalui sofa, bantal, karya seni, tanaman, atau salah satu bidang dinding. Cara tersebut dapat memberikan karakter tanpa membuat interior terasa terlalu ramai.
Konsistensi warna antarruangan juga membantu menciptakan kesinambungan visual, terutama pada rumah dengan konsep terbuka.
Keluarga kecil yang mempunyai anak sebaiknya menyediakan area yang dapat digunakan untuk bermain atau belajar.
Tidak harus berupa ruangan khusus. Salah satu sudut ruang keluarga dapat digunakan sebagai area bermain dengan penyimpanan mainan yang mudah dijangkau.
Ketika anak bertambah besar, area tersebut dapat diubah menjadi tempat membaca atau belajar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media