Kuliner . 16/08/2026, 11:45 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Cumi sebaiknya tidak dimasak terlalu lama.
Masukkan cumi ketika kuah sudah mendidih dan bumbu sudah matang. Masak dengan api sedang hingga cumi berubah warna dan matang.
Umumnya, memasak cumi dalam waktu singkat akan membantu mempertahankan tekstur yang lembut dan kenyal. Sebaliknya, cumi yang dimasak terlalu lama dapat berubah menjadi alot.
Karena itu, jangan memasukkan cumi sejak awal ketika kuah masih dalam proses pematangan bumbu.
Setelah cumi matang, matikan api dan diamkan sebentar sebelum disajikan.
Kesegaran cumi merupakan faktor paling penting. Cumi segar biasanya memiliki aroma laut yang masih ringan, tekstur tubuh yang kenyal, dan permukaan yang tidak berlendir berlebihan.
Penggunaan jahe, daun jeruk, serai, dan jeruk nipis juga dapat membantu mengurangi aroma amis yang mengganggu.
Namun, terlalu banyak jeruk nipis justru dapat mengubah karakter rasa cumi. Karena itu, gunakan secukupnya.
Selain itu, jangan menutup panci terlalu lama ketika memasak jika aroma seafood masih cukup kuat. Biarkan uap keluar selama proses pemasakan.
Tinta cumi pada umumnya merupakan bagian yang memang dapat dikonsumsi dan telah lama digunakan dalam berbagai masakan seafood. Tinta tersebut juga memberikan warna hitam alami pada makanan.
Yang lebih penting adalah memastikan cumi berasal dari bahan yang segar dan ditangani dengan baik. Cumi juga harus dimasak hingga matang.
Bagi orang yang memiliki alergi terhadap seafood, tinta cumi tetap perlu dihindari karena berasal dari cumi itu sendiri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media