Trend . 17/08/2026, 10:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kesalahan berikutnya adalah terus menambah transaksi meskipun cicilan sebelumnya belum selesai.
Satu transaksi mungkin masih dapat ditangani. Namun, ketika cicilan baru terus ditambahkan, jumlah tagihan bulanan dapat meningkat secara perlahan.
Kebiasaan ini membuat pengguna kehilangan gambaran mengenai total utang yang sebenarnya dimiliki.
Jika jumlah cicilan mulai terasa berat, sebaiknya hentikan transaksi baru sampai kewajiban sebelumnya lebih terkendali.
Promo PayLater sering digunakan untuk menarik perhatian konsumen. Potongan harga atau penawaran cicilan dapat membuat seseorang merasa mendapatkan kesempatan yang terlalu sayang untuk dilewatkan.
Padahal, diskon tidak selalu berarti penghematan apabila barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan.
Pembelian yang tidak direncanakan tetap menghasilkan kewajiban pembayaran. Karena itu, tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut memang dibutuhkan sebelum menggunakan PayLater.
Tagihan PayLater bukan satu-satunya pengeluaran yang harus dibayar. Ada kebutuhan rumah tangga, transportasi, makanan, listrik, internet, serta kewajiban lainnya.
Kesalahan terjadi ketika pengguna menghitung kemampuan berdasarkan pendapatan saja tanpa mengurangi seluruh pengeluaran rutin.
Akibatnya, ketika tagihan PayLater jatuh tempo, uang yang tersedia ternyata tidak cukup.
Sebelum mengambil cicilan baru, hitung terlebih dahulu pendapatan bersih dikurangi kebutuhan utama dan kewajiban yang sudah berjalan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media