Kuliner . 08/09/2026, 13:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Pisahkan kepala cumi dari bagian badannya secara perlahan. Buang kantong isi perut, tulang transparan yang menyerupai plastik, serta bagian mulut yang keras. Kantong tinta dapat dibuang atau disimpan apabila ingin digunakan untuk hidangan lain.
Kulit tipis berwarna keunguan pada permukaan cumi sebenarnya aman dimakan. Namun, kulit tersebut dapat dilepaskan apabila menginginkan tampilan daging yang lebih putih dan bersih.
Cuci cumi di bawah air mengalir, kemudian tiriskan. Jangan merendam cumi terlalu lama di dalam air karena dagingnya dapat menyerap cairan. Setelah dicuci, keringkan permukaannya menggunakan tisu dapur. Langkah ini penting agar cumi tidak mengeluarkan terlalu banyak air ketika dimasukkan ke dalam wajan.
Jika aroma amisnya cukup kuat, cumi dapat diberi sedikit perasan jeruk nipis selama sekitar lima menit. Setelah itu, bilas dan keringkan kembali. Hindari merendam cumi terlalu lama dalam cairan asam karena permukaan dagingnya dapat berubah tekstur akibat proses denaturasi protein.
Haluskan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Bumbu dapat diulek agar teksturnya sedikit kasar atau dihaluskan menggunakan blender dengan sedikit minyak.
Panaskan minyak di dalam wajan, kemudian tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan serai. Gunakan api sedang dan terus aduk agar bumbu tidak gosong. Masak sampai warna bumbu menjadi lebih gelap, aromanya tidak lagi langu, dan minyak mulai terlihat terpisah dari sambal.
Proses menumis bumbu tidak boleh dilakukan terburu-buru. Bawang, cabai, dan tomat mengandung air. Jika bumbu belum matang, air tersebut akan membuat balado terasa encer sekaligus memperpanjang waktu yang diperlukan untuk memasak cumi.
Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya. Koreksi rasa sebelum cumi dimasukkan. Hal ini membuat cumi tidak perlu dimasak terlalu lama hanya karena rasa bumbu masih harus disesuaikan.
Besarkan api, lalu masukkan cumi yang sudah dibersihkan dan dikeringkan. Aduk cepat sampai seluruh bagian cumi terlapisi bumbu balado. Masak selama kurang lebih dua sampai tiga menit atau sampai dagingnya berubah menjadi putih buram.
Segera matikan api setelah cumi matang. Panas yang tersisa di dalam wajan masih akan melanjutkan proses pemasakan selama beberapa saat. Karena itu, jangan menunggu sampai cumi terlihat menyusut berlebihan.
Bumbu yang meresap bukan berarti cumi harus dimasak lama. Permukaan cumi yang cukup kering akan lebih mudah dilapisi minyak dan sambal dibandingkan cumi yang masih basah. Karena itu, proses meniriskan dan mengeringkan cumi tidak boleh dilewatkan.
Cumi juga dapat dipotong menjadi bentuk cincin dengan ukuran seragam. Ukuran potongan yang sama membantu seluruh bagian matang secara bersamaan. Jika bagian badan dimasak utuh, buat beberapa sayatan dangkal pada permukaannya agar bumbu lebih mudah menempel.
Gunakan wajan berukuran cukup lebar dan jangan memasukkan terlalu banyak cumi sekaligus. Wajan yang terlalu penuh akan mengalami penurunan suhu. Akibatnya, cumi lebih banyak direbus oleh cairannya sendiri daripada ditumis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media