Trend . 21/09/2026, 15:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Dengan kata lain, waktu bukan sekadar angka administratif di ruang gawat darurat. Waktu berhubungan langsung dengan berapa lama jaringan jantung mengalami kekurangan darah.
Kesalahan lain yang dapat terjadi adalah pasien memilih menyetir sendiri ketika mengalami gejala yang dicurigai sebagai serangan jantung.
Pedoman pertolongan pertama American Heart Association dan American Red Cross 2024 merekomendasikan aktivasi layanan medis darurat pada orang dewasa yang mengalami nyeri dada akut agar pasien dapat dibawa menuju fasilitas gawat darurat.
Ada alasan penting di balik rekomendasi tersebut.
Kondisi pasien serangan jantung dapat berubah dengan cepat. Gangguan irama jantung berbahaya atau henti jantung dapat terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit.
Transportasi medis memungkinkan penanganan dimulai lebih awal dibandingkan sekadar menunggu pasien tiba sendiri di fasilitas kesehatan.
Aspirin sering dikaitkan dengan pertolongan pertama serangan jantung karena obat tersebut memiliki efek antiplatelet.
Pedoman AHA dan American Red Cross 2024 menyebut bahwa sambil menunggu layanan medis darurat, penolong dapat menganjurkan orang dewasa yang sadar dengan nyeri dada nontraumatik untuk mengunyah dan menelan aspirin 162-325 mg, selama orang tersebut tidak memiliki alergi aspirin atau pernah diminta tenaga kesehatan untuk tidak mengonsumsinya.
Namun, aspirin bukan pengganti pertolongan medis.
Jika terdapat keraguan apakah aspirin aman diberikan, pedoman tersebut menyatakan menunggu petugas medis merupakan pilihan yang wajar. Hal ini penting karena nyeri dada memiliki banyak penyebab dan tidak semua pasien aman mengonsumsi aspirin.
Salah satu pesan terpenting dari konsep golden period adalah jangan menunggu sampai gejala menjadi tidak tertahankan.
Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, maupun rahang perlu mendapatkan perhatian serius.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media