Trend . 21/09/2026, 15:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Terlebih lagi apabila seseorang mempunyai faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau riwayat penyakit jantung.
Tidak semua keluhan tersebut berarti serangan jantung. Namun, memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan medis jauh lebih aman dibandingkan menunggu gejala menghilang sendiri.
Golden period serangan jantung menunjukkan bahwa kecepatan pertolongan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Ketika pembuluh koroner tersumbat, jaringan jantung kehilangan suplai oksigen. Semakin lama kondisi itu berlangsung, semakin besar potensi kerusakan otot jantung.
Perkembangan kedokteran modern memungkinkan dokter mendeteksi cedera jantung melalui EKG dan biomarker seperti troponin serta memulihkan aliran darah melalui prosedur seperti PCI pada pasien yang tepat.
Namun, teknologi tersebut hanya dapat digunakan setelah pasien mendapatkan pertolongan.
Karena itu, ketika muncul gejala yang mencurigakan, tujuan utama bukan menghitung berapa lama "golden period" masih tersisa. Tindakan yang lebih tepat adalah mencari pertolongan medis darurat sesegera mungkin.
Referensi:
American Heart Association, 2025 ACC/AHA/ACEP/NAEMSP/SCAI Guideline for the Management of Patients With Acute Coronary Syndromes
American Heart Association, Key Patient Messages: 2025 Acute Coronary Syndromes Guideline
American Heart Association and American Red Cross, 2024 Guidelines for First Aid
American Heart Association, 2021 Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain
European Society of Cardiology, 2023 ESC Guidelines for the Management of Acute Coronary Syndromes
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media