Beauty . 27/10/2026, 08:03 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Gelaran busana bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 resmi membuka tirainya di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Senin (26/10). Edisi tahun ini mengusung tema City of New Lights sebagai simbol optimisme baru industri kreatif nasional.
Penyelenggaraan JFW 2027 menandai langkah ambisius Svida Alisjahbana, CEO GCMedia Group sekaligus Chairman Jakarta Fashion Week, untuk memposisikan Jakarta sebagai pusat mode global sekaligus rumah bagi industri mode Asia Tenggara.
Ambisi besar ini berpijak pada rekam jejak konsisten JFW selama 18 tahun terakhir. Tahun ini, JFW memperkuat kolaborasi internasional melalui kemitraan dengan DORS Singapura, perayaan 10 tahun kerja sama bareng KOCCA Korea Selatan, serta ekspansi program riset bersama Kedutaan Besar Australia dan RMIT University.
"Melalui 'City of New Lights', kami menegaskan ambisi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat mode global yang tidak hanya menumbuhkan potensi Indonesia, tetapi juga menggerakkan kawasan," ujar Svida Alisjahbana saat pembukaan acara.
Svida menambahkan bahwa JFW ingin menjadi jembatan utama yang mempertemukan pelaku industri mode Asia dan Australia dengan panggung dunia.
Salah satu agenda unggulan JFW 2027 adalah program Waves of Weaves, hasil kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata RI dan Indonesian Heritage Agency. Program ini berlangsung mulai 26 Oktober 2026 hingga 8 Januari 2027 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Waves of Weaves merayakan kekayaan wastra Nusantara, tekstil khas Asia Tenggara, serta kebaya yang telah mengantongi pengakuan warisan budaya takbenda UNESCO. Melalui program ini, penyelenggara berupaya mengonversi nilai kultural kain tradisional menjadi modal ekonomi berdaya saing tinggi.
Di samping memamerkan karya desainer senior, JFW tetap mempertahankan program regenerasi talenta lewat Lomba Perancang Mode, Lomba Perancang Aksesori, dan Fashion Force Awards. Program inkubasi ini menjadi pipa penyalur bakat muda untuk memperkuat rantai pasok industri kreatif nasional.
Ambisi Jakarta memimpin industri mode Asia Tenggara harus bersaing ketat dengan kota-kota tetangga seperti Singapura, Bangkok, dan Seoul yang terus memperkuat ekosistem mode mereka.
Guna memastikan City of New Lights berdampak nyata bagi perekonomian lokal, industri mode nasional memerlukan tiga langkah strategis:
Integrasi Pendidikan dan Pembiayaan: Mengintegrasikan kompetisi desainer muda ke dalam kurikulum formal serta program pembinaan bisnis agar talenta baru mendapatkan jalur karier dan akses permodalan yang jelas.
Monetisasi Wastra Berbasis Digital: Membangun katalog digital terpadu untuk wastra Nusantara dan kebaya yang terhubung langsung dengan pasar ekspor lintas negara (e-commerce global).
Diplomasi Mode Berbasis Data: Memanfaatkan jaringan kemitraan internasional untuk menyusun peta daya saing industri mode Asia Tenggara-Australia secara terukur.
Kehadiran JFW 2027 berpotensi besar mendorong pertumbuhan bisnis di sektor tekstil, pariwisata, dan UMKM kreatif. Keberhasilan ajang ini tidak sekadar diukur dari kemewahan panggung cat-walk, melainkan dari dampak ekonomi nyata yang menjangkau para desainer muda serta perajin wastra di seluruh penjuru Nusantara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media