Trend . 27/10/2026, 09:38 WIB

Penglihatan Mulai Kabur? Ini Saat yang Tepat untuk Menjalani Operasi Katarak

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Penglihatan yang semakin ka seiring bertambahnya usia sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, perubahan tersebut bisa menjadi tanda katarak, yaitu kondisi ketika lensa alami mata kehilangan kejernihannya. Jika dibiarkan berkembang, katarak dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk membaca, mengenali wajah, hingga melakukan aktivitas yang membutuhkan penglihatan tajam.

Meski begitu, seseorang yang mengalami katarak tidak selalu harus langsung menjalani operasi. Dokter akan mempertimbangkan tingkat gangguan penglihatan, kondisi kesehatan mata, serta seberapa besar keluhan tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari. Hal terpenting adalah memahami bahwa operasi tidak harus menunggu sampai penglihatan hampir hilang.

Mengenali Perubahan Penglihatan akibat Katarak

Katarak terjadi ketika protein di dalam lensa mata mengalami perubahan sehingga membentuk area keruh. Lensa yang semula jernih menjadi kurang transparan dan menghambat cahaya mencapai retina secara optimal. Akibatnya, objek yang dilihat dapat tampak buram, berkabut, atau kurang kontras.

Gangguan ini umumnya berkembang secara bertahap. Pada awalnya, seseorang mungkin hanya membutuhkan cahaya yang lebih terang ketika membaca atau merasa penglihatannya tidak setajam sebelumnya. Seiring waktu, keluhan dapat semakin terasa, terutama ketika melihat pada malam hari atau menghadapi sumber cahaya yang menyilaukan.

Penuaan menjadi faktor risiko utama, tetapi katarak juga dapat berkaitan dengan diabetes, cedera mata, penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang, dan faktor bawaan. Oleh karena itu, penglihatan kabur tidak boleh langsung dianggap sebagai katarak tanpa pemeriksaan.

National Eye Institute menjelaskan bahwa katarak dapat memengaruhi kejernihan penglihatan dan membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit dilakukan. Pemeriksaan mata diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

Lima Kondisi yang Menandakan Operasi Katarak Perlu Dipertimbangkan

Keputusan menjalani operasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada usia atau penampilan lensa yang keruh. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi alasan untuk mendiskusikan tindakan tersebut dengan dokter spesialis mata.

1. Membaca Menjadi Semakin Sulit

Jika tulisan di buku, koran, atau layar ponsel semakin sulit dibaca meskipun pencahayaan sudah cukup, katarak mungkin mulai mengganggu fungsi penglihatan.

Sebagian orang mencoba mengatasi masalah tersebut dengan memperbesar ukuran tulisan atau mengganti kacamata. Cara ini terkadang membantu, terutama ketika katarak masih ringan. Namun, jika penglihatan tetap tidak memadai, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Dokter dapat menilai apakah kekeruhan lensa menjadi penyebab utama masalah tersebut. Jika membaca dan kegiatan lain terus terganggu, operasi mungkin memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti kacamata.

2. Kesulitan Melihat Saat Malam Hari

Katarak dapat mengurangi kemampuan mata melihat dalam kondisi pencahayaan rendah. Lampu kendaraan juga dapat menimbulkan silau yang membuat objek di jalan lebih sulit dikenali.

Keluhan ini perlu mendapat perhatian khusus bagi orang yang masih rutin berkendara pada malam hari. Gangguan penglihatan dapat menghambat kemampuan memperkirakan jarak, membaca rambu, dan merespons situasi lalu lintas.

Apabila kondisi tersebut mulai membahayakan keselamatan, pasien sebaiknya menghindari aktivitas berkendara yang tidak aman dan segera memeriksakan mata. Dokter akan menentukan apakah operasi diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan tingkat gangguan yang dialami.

3. Kacamata Tidak Lagi Membantu Secara Optimal

Perubahan ukuran kacamata terkadang dapat memperbaiki penglihatan pada tahap awal katarak. Akan tetapi, kacamata tidak dapat menghilangkan kekeruhan pada lensa mata.

Jika penglihatan tetap buram meskipun resep kacamata sudah diperbarui, ada kemungkinan katarak telah berkembang hingga mengurangi kualitas penglihatan secara lebih nyata.

Dalam keadaan ini, dokter perlu memeriksa ketajaman penglihatan dan kondisi bagian mata lainnya. Apabila katarak terbukti menjadi penyebab utama dan aktivitas sehari-hari telah terganggu, operasi dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

4. Sulit Mengenali Wajah dan Benda dari Jarak Jauh

Katarak dapat mengurangi ketajaman penglihatan dan kemampuan membedakan objek dengan latar belakangnya. Akibatnya, seseorang mungkin kesulitan mengenali wajah orang dari kejauhan, membaca papan petunjuk, atau melihat benda yang berada di seberang ruangan.

Perubahan ini terkadang membuat seseorang lebih bergantung pada bantuan orang lain ketika beraktivitas di luar rumah. Jika gangguan tersebut semakin sering terjadi, pemeriksaan mata dapat membantu menentukan penyebab dan pilihan penanganannya.

Operasi katarak dapat meningkatkan kejernihan penglihatan, tetapi hasilnya juga bergantung pada kesehatan retina, saraf optik, dan struktur mata lainnya.

5. Kualitas Hidup Mulai Menurun

Katarak tidak hanya memengaruhi kemampuan melihat, tetapi juga dapat membatasi aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara mandiri. Seseorang mungkin berhenti membaca karena cepat lelah, kesulitan menjalankan hobi, atau merasa tidak nyaman ketika berada di tempat dengan pencahayaan tertentu.

Dampak semacam ini penting diperhatikan ketika menentukan waktu operasi. Jika gangguan penglihatan telah mengurangi kemandirian dan menghambat kegiatan yang dianggap penting, pasien dapat membicarakan pilihan operasi dengan dokter.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari, dokter dan pasien dapat menentukan apakah manfaat tindakan sudah lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi.

Mengapa Tidak Perlu Menunggu Katarak Semakin Tebal?

Anggapan bahwa katarak harus dibiarkan sampai benar-benar matang sebelum dioperasi tidak lagi menjadi patokan umum dalam penanganan modern. Operasi dapat dilakukan ketika gangguan penglihatan sudah cukup menghambat aktivitas dan dokter menilai tindakan tersebut memberikan manfaat.

Menunggu terlalu lama juga tidak selalu menguntungkan. Dalam keadaan tertentu, katarak yang semakin padat dapat membuat prosedur operasi lebih menantang. Meski demikian, perkembangan setiap kasus berbeda sehingga tidak semua pasien membutuhkan tindakan pada waktu yang sama.

Jika katarak masih ringan dan penglihatan tetap memadai, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan berkala. Pasien juga dapat menggunakan kacamata yang sesuai, memperbaiki pencahayaan ruangan, dan mengurangi silau untuk membantu aktivitas sementara.

Hal yang perlu dipahami adalah bahwa langkah-langkah tersebut hanya membantu mengatasi sebagian keluhan. Kacamata maupun perubahan pencahayaan tidak dapat menghilangkan kekeruhan lensa yang telah terbentuk.

Apa yang Akan Dinilai Dokter Sebelum Menentukan Operasi?

Sebelum merekomendasikan operasi, dokter spesialis mata akan melakukan sejumlah pemeriksaan. Penilaian ini diperlukan untuk memastikan diagnosis, memperkirakan manfaat tindakan, dan mengidentifikasi faktor yang dapat memengaruhi hasilnya.

Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan

Dokter akan mengukur kemampuan mata melihat huruf atau objek pada jarak tertentu. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan dan tanpa koreksi kacamata untuk mengetahui seberapa besar gangguan yang masih dapat diperbaiki menggunakan lensa korektif.

Hasil pengukuran ini merupakan salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya penentu operasi. Keluhan pasien dan dampaknya terhadap aktivitas tetap perlu diperhitungkan.

Pemeriksaan Struktur Mata

Dokter biasanya memeriksa lensa menggunakan alat khusus untuk melihat lokasi dan tingkat kekeruhan. Pemeriksaan bagian mata lainnya juga diperlukan untuk menilai apakah terdapat masalah tambahan yang memengaruhi penglihatan.

Jika kekeruhan lensa menghalangi pemeriksaan retina, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan klinis.

Penilaian Kondisi Kesehatan dan Kebutuhan Pasien

Riwayat diabetes, penyakit mata lain, penggunaan obat, serta kondisi kesehatan umum dapat memengaruhi perencanaan operasi. Dokter juga perlu mengetahui aktivitas yang paling terganggu dan hasil penglihatan seperti apa yang diharapkan pasien.

Setelah seluruh informasi diperoleh, dokter akan menjelaskan pilihan penanganan, manfaat yang mungkin diperoleh, risiko komplikasi, dan perawatan setelah tindakan.

Bagaimana Operasi Katarak Membantu Memperbaiki Penglihatan?

Operasi katarak dilakukan dengan mengangkat lensa alami yang keruh dan menggantinya menggunakan lensa buatan yang disebut intraocular lens atau IOL.

Teknik yang umum digunakan adalah fakoemulsifikasi. Dalam prosedur ini, dokter menggunakan alat berenergi ultrasonik untuk memecah lensa yang keruh menjadi bagian kecil, kemudian mengeluarkannya melalui sayatan kecil sebelum memasang lensa buatan.

Operasi biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan banyak pasien dapat pulang pada hari yang sama. Meski demikian, pasien tetap harus mengikuti petunjuk dokter mengenai penggunaan obat tetes, perlindungan mata, pembatasan aktivitas, dan jadwal pemeriksaan lanjutan.

Menurut National Eye Institute, sebagian besar pasien mengalami perbaikan penglihatan setelah operasi katarak. Namun, hasilnya tidak dapat dijamin sama bagi setiap orang. Gangguan lain, seperti penyakit retina atau kerusakan saraf optik, dapat membatasi peningkatan penglihatan meskipun operasi berjalan dengan baik.

Operasi juga memiliki risiko, antara lain infeksi, peradangan, perubahan tekanan mata, atau komplikasi pada struktur mata. Karena itu, keputusan tindakan harus dibuat setelah pasien memperoleh penjelasan medis yang memadai.

Kapan Penglihatan Kabur Membutuhkan Pertolongan Segera?

Katarak umumnya berkembang perlahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Karena itu, penglihatan yang mendadak kabur atau hilang tidak boleh langsung dianggap sebagai perkembangan katarak biasa.

Segera cari pertolongan medis apabila terjadi kehilangan penglihatan mendadak, nyeri mata berat, mata merah disertai penurunan penglihatan, atau muncul kilatan cahaya dan banyak bintik melayang secara tiba-tiba. Gejala tersebut dapat menandakan masalah mata lain yang membutuhkan penanganan segera.

Bagi orang yang telah didiagnosis mengalami katarak, pemeriksaan rutin tetap penting untuk memantau perubahan penglihatan dan menentukan waktu penanganan yang sesuai.

Penutup

Operasi katarak sebaiknya dipertimbangkan ketika kekeruhan lensa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian, atau membuat kegiatan seperti membaca dan berkendara menjadi sulit. Pasien tidak perlu menunggu hingga penglihatannya hampir hilang, tetapi juga tidak selalu harus menjalani operasi segera setelah katarak terdeteksi.

Pengetahuan medis modern menempatkan kebutuhan fungsional pasien, hasil pemeriksaan mata, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta keseimbangan manfaat dan risiko sebagai dasar pengambilan keputusan. Pendekatan ini membantu menentukan waktu operasi yang lebih sesuai bagi setiap individu.

Jika penglihatan mulai berubah, langkah terbaik adalah menjalani pemeriksaan dokter spesialis mata. Dengan mengetahui penyebab gangguan sejak dini, pasien dapat memahami pilihan penanganan dan menentukan tindakan yang tepat tanpa menunda konsultasi hingga keluhan semakin berat.

Referensi

  1. National Eye Institute. Cataract Surgery.

  2. National Eye Institute. Cataracts.

  3. American Academy of Ophthalmology. Cataract in the Adult Eye Preferred Practice Pattern.

  4. National Institute for Health and Care Excellence. Cataracts in Adults: Management.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com