Trend . 27/10/2026, 13:25 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Garuda Indonesia membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas melalui program magang berbayar dan pemberdayaan UMKM. Lewat kolaborasi dengan Alunjiva Indonesia, maskapai nasional ini memperluas akses pengembangan kompetensi sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif.
Program yang diumumkan pada 26 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Garuda Indonesia. Inisiatif tersebut juga mendukung transformasi perusahaan menuju world-class airline atau maskapai kelas dunia.
Garuda Indonesia bersama Alunjiva Indonesia membuka program magang berbayar bagi penyandang disabilitas sensorik dan fisik. Peserta terpilih berkesempatan memperoleh pengalaman kerja profesional di service area Garuda Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Program ini mensyaratkan pendidikan minimal Diploma III (D3). Sebelum mulai bekerja, peserta akan mengikuti pembekalan selama satu minggu, pengenalan lingkungan bandara, serta pendampingan profesional untuk mengembangkan keterampilan teknis dan interpersonal.
Pendaftaran program magang ini dibuka hingga 31 Oktober 2026. Calon peserta dapat mengakses laman alunjiva.id/MagangGarudaXAJ2026 untuk memperoleh informasi dan melakukan pendaftaran.
Selain membuka kesempatan kerja, Garuda Indonesia dan Alunjiva Indonesia menjalankan program pemberdayaan UMKM bagi sedikitnya 30 penyandang disabilitas pemilik usaha di wilayah Jabodetabek. Program ini berlangsung melalui kerja sama dengan Garuda Indonesia Group.
Peserta akan memperoleh pelatihan soft skill, meliputi motivasi usaha, integritas, kepemimpinan, komunikasi, dan storytelling. Keterampilan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta mengembangkan bisnis.
Tak hanya itu, program ini juga menyediakan pelatihan hard skill yang mencakup literasi keuangan, pemasaran digital, keberlanjutan bisnis, dan usaha kuliner. Materi tersebut membantu peserta memperkuat kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program pemberdayaan ini tidak hanya mengandalkan pelatihan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, peserta UMKM juga akan menerima bantuan barang atau alat pendukung usaha untuk menunjang bisnis yang mereka jalankan.
Dukungan tersebut melengkapi materi pengembangan keterampilan yang peserta peroleh selama pelatihan. Dengan bekal pengetahuan dan peralatan pendukung, pelaku usaha diharapkan memiliki dukungan untuk menjalankan kegiatan bisnis secara berkelanjutan.
Bantuan ini juga memperkuat fokus program pada pengembangan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Dengan demikian, peserta memperoleh dukungan berupa peningkatan kompetensi sekaligus sarana untuk menopang kelangsungan usaha.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media