Trend

Rugi Rp 80.65 Miliar, Pabrik Sepatu Bata Resmi Tutup

lifestyle.fin.co.id - 04/05/2024, 18:24 WIB

Rugi Rp 80.65 Miliar, Pabrik Sepatu Bata Resmi Tutup

BACA JUGA:

Sejarah Perusahaan Bata 

Dikutip dari Wikipedia, perusahaan sepatu Bata didirikan pada tanggal 24 Agustus 1894, ketika Antonin Bata mendaftarkannya  di kota Zlin, Ceko. Namanya: Bata atau T&A Bata Shoe Company.

Antonin dan Tomas Bata memulai usahanya dengan modal sebesar 350 Dolar AS. Karena bisnis tak langsung berjalan mulus, Tomas Bata belajar permesinan dan manajemen sepatu di New England, Amerika Serikat selama 6 bulan.

Perusahaan sepatu milik keluarga ini mengoperasikan empat unit bisnis internasional: Bata Eropa, Bata Asia Pasifik-Afrika, Bata Amerika Latin, dan Bata Amerika Utara. 

Produk perusahaan ini hadir di lebih dari 50 negara dan memiliki fasilitas produksi di 26 negara. Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini sudah menjual sebanyak 14 miliar pasang sepatu.

Di Indonesia pengoperasian penjualan sepatu Bata dijalankan oleh PT Sepatu Bata, Tbk. Pabrik perusahaan ini pertama kali berdiri pada tahun 1939, berdasarkan akta notaris Adriaan Hendrik van Ophuijsen no. 64.

BACA JUGA:

Saat itu, lokasinya berada di Kalibata dan Medan. Kedua tempat tersebut menghasilkan 7 juta pasang alas kaki dalam setahun yang terdiri dari 400 model sepatu, sepatu sandal, dan sandal, baik yang terbuat dari kulit, karet, maupun plastik. 

Sebelum tahun 1978, status Bata di Indonesia adalah perusahaan penanaman modal asing (PMA), sehingga dilarang menjual langsung ke pasar. 

Bata menjual melalui para penyalur khusus (depot) dengan sistem konsinyasi. Status para penyalur tersebut diubah. Pada 1 Januari 1978 saat izin dagang Bata "dipindahkan" kepada mereka dan PT Sepatu Bata menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Ketika Perang Dunia I pecah di Eropa, Bata mendapatkan orderan sepatu tentara Austro-Hungaria. Total mereka memproduksi sebanyak 50.000 buah sepatu sepanjang perang tersebut.

Setelah Perang Dunia pertama, usaha Bata berkembang di beberapa negara, seperti Prancis, Swiss, Inggris, Belanda, dan Kanada. 

Di Ceko, Bata memiliki Batavillage, desa tempat pabrik Bata dan tenaga kerjanya. Tomas Bata meninggal dunia karena kecelakaan pesawat pada tanggal 12 Juli 1932.

Rugi Rp 80.65 Miliar, Pabrik Sepatu Bata Resmi Tutup-fin/infojabodetak-X Twitter

BACA JUGA:

Rizal Husen
Penulis